Cina mungkin salah satu contoh yang
paling ekstrim, dan Google pun menegaskan kalau layanannya telah
diblokir atau disensor pada seperempat negara di mana Google beroperasi.
“Produk-produk Google mulai dari
pencarian dan Blogger hingga YouTube dan Google Docs pun juga telah
diblokir di 25 dari 100 negara di mana kami menawarkan jasa kami”,
ungkap Rachel Whetstone, wakil presiden untuk komunikasi global dan
urusan publik.
“Selain itu, kami secara rutin menerima permintaan pemerintah untuk membatasi ataupun menghapus isi dari properti kami.”
Whetstone mengatakan salah satu bahan
yang dihapus secara global yang berasal dari hasil pencarian adalah
pornografi anak, beberapa link ke materi yang memiliki hak cipta, spam,
malware, dan hasil-hasil yang berisi informasi pribadi yang sensitif
seperti nomor kartu kredit.
“Khususnya, kami tidak ingin melakukan sensor politik”, tegasnya.
Namun demikian semua terasa berbeda ketika mengunjungi Blogger, YouTube, dan Album Web Picasa.
“Sebagai contoh, di Turki, video yang
menghina pendiri Turki modern, Mustafa Ataturk, adalah termasuk ilegal.
Dua tahun lalu, kami telah diberitahu seperti konten yang ada di YouTube
dan telah memblokir video tersebut di Turki yang melanggar hukum
setempat”, kata Whetstone.
“Sebuah pengadilan Turki kemudian
menuntut agar kita memblokirnya secara global, dan sudah barang tentu
kita menolak untuk melakukannya, dengan alasan bahwa hukum Turki tidak
berlaku di luar Turki”.
Menurut Initiative OpenNet, 40
negara kini secara aktif mensensor internet, dan kejadian ini tentunya
telah melonjak meningkat tajam dibandingkan kejadian pada tahun 2002
yang hanya masih sedikit.
Bahkan untuk hasil pencarian, sejauh ini
Google telah menyesuaikan diri dengan hukum nasional di negara-negara
demokratis. Dan salah satu contoh yang ada adalah dengan pembatasan
matierla pro-Nazi di Jerman.
Dan Australia sendiri tampaknya akan ada
pengujian untuk memecahkan kejadian tersebut yaitu dengan cara
mendorong pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk memblokir akses ke
segala macam materi yang dianggapnya tidak penting, seperti chatroom
untuk remaja gay misalnya.
sumber : www.beritateknologi.com
sumber : www.beritateknologi.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar